24 November 2017

Ada Traveloka #JadiBisa Nemuin Calon Mertua di Eropa

Dulu sempet mikir "Buat apa belajar bahasa Inggris, lagian nggak bakal ke luar negeri". Karena pergaulan yang kecil dan nggak tau kalau ke luar negeri bakal ke rumahnya siapa, pikiran tersebut selalu muncul ketika ingin membuka kamus. Namun, dalam hati kecil aku masih ada keinginan untuk belajar, mengingat pekerjaan sebagai blogger, youtuber, dan marketing. Tidak wajib sih, tapi akan lebih keren jika ditunjang dengan skill ngomong Inggris.

Februari lalu, tepatnya tanggal 11 aku masih kerja di salah satu theme park terbesar di Indonesia yang ada di kota Batu. Sebagai marketing dan admin sosial media, terkadang memang harus nemenin tamu penting seperti artis, pejabat, dan mahasiswa asing.

Kebetulan memang tamu yang datang mahasiswa asing dari berbagai macam negara, sekitar 30 mahasiswa yang datang ke museum untuk mempelajari budaya Indonesia dan peninggalan bersejarah. Dari rombongan mahasiswa asing ini ada satu cewek yang menarik perhatian karena berbeda dengan yang lain, aktif, pakai topi, namanya Ania. Karena nggak bisa ngomong bahasa Inggris, aku cuma bisa menyampaikan apa yang aku pikirkan dan minta tolong teman untuk translate

Ada Traveloka #JadiBisa Nemuin Calon Mertua di Eropa Polandia
Foto pertama bareng orang asing
Sempat minta kontak, tapi selama dua bulan aku tidak pernah hubungi sama sekali. Singkat cerita, tiba-tiba aku kepikiran untuk belajar bahasa Inggris dengan dia. Memang nggak ada rencana keluar negeri, tapi aku pada waktu itu yakin, apa yang aku lakukan sekarang akan berpengaruh pada masa depan. Lagian, juga tidak ada salahnya belajar.

1 Mei kami ketemu lagi setelah dua bulan nggak chat sama sekali, kebetulan pada waktu itu aku dan teman kantor pingin jalan-jalan ke pantai. Tepat sekali jika traveling bareng sambil belajar bahasa Inggris. Namanya juga masih belajar, nggak ada satupun kata yang bisa keluar dari kepala untuk diomongin.

Karena saking niatnya, aku nggak berhenti begitu aja untuk belajar. Satu Minggu kemudian aku ketemu lagi dengan Ania, tentu saja aku membawa translator untuk membantu hehe. Berbeda dengan belajar di pantai, kali ini lebih intensif. Masih susah, bahkan arti "Aku tidak perduli" saja aku tidak bisa ngomong bahasa Inggris karena nge-blank

Ekspektasi awal aku akan mengajak teman untuk translate setiap bertemu Ania paling tidak tiga bulan, ternyata sangat diluar harapan. Aku nekat untuk bertemu Ania sendiri di pertemuan ketiga kami. 

Singkat cerita lagi, kami sering bertemu dan yang awalnya hanya belajar bahasa Inggris, mulai muncul baper-baper gitu deh. 

Karena kami punya passion yang sama dalam membuat video, kami pun sekarang ada beberapa project bareng. Wow! Nggak nyangka bakal secepat ini. Aku yakin semuanya #JadiBisa ketika kita ada niat dan harapan. Nggak hanya bikin video dan traveling bareng, bahkan sekarang kita pacaran dan ingin ke tahap yang lebih serius.

Ada Traveloka #JadiBisa Nemuin Calon Mertua di Eropa

Tahun depan aku punya rencana untuk pergi ke Polandia, paling tidak aku mau ngomong ke orang tua kalau aku serius. 

Beruntung banget nggak sih jaman sekarang tuh nggak sesulit dulu kalau kita punya pacar jauh, apalagi berbeda zona waktu dan benua seperti Indonesia dan Polandia selisih waktu 6 jam. Berangkat ke Polandia juga bisa dengan sangat mudah pesan tiket di Traveloka.

Salah satu keunggulan yang paling aku sukai adalah best price finder yang memungkinkan teman-teman untuk mencari dan booking tiket dengan harga paling murah, apalagi kalau kalian pesan tiket pesawat pulang pergi. 
Fitur best price finder di Traveloka ini memang membantu banget, mengingat tiket Indonesia - Polandia bisa dibilang lumayan, tapi tetep aja bisa ketemu yang paling murah dari sekian banyak maskapai yang ada. Bahkan lebih murah dari ekspektasi yang diperkirakan.

So, sekarang nggak perlu kawatir lagi, semakin lebih mantap untuk datang ke Polandia tahun depan waktu musim semi, #JadiBisa karena Traveloka banyak fitur yang memudahkan pengguna untuk mendapatkan harga terbaik.